Kamis, 24 Juli 2014

goresan warna

      Warna yang menandakan identitasnya sendiri, mengabarkan bahwa dia ada dalam bentuk apapun. Karena dia membawa magnet makna yang berbeda di setiap sorotan indah yang dipancarkan oleh manusia. Meskipun tak semua memiliki sorotan itu.

     Seperti halnya Pelangi yang terbentang dari panorama bumi seakan memberi makna yang berbeda, begitu banyak warna yang ia toreh di setiap permukaannya. namun semua akan memudar dengan tersendiri.   
      warna yang seringkali menunjukkan akan sebuah perasaan. Yang tak dapat di raba oleh siapapun. Karena perasaan yang sesekali membuat garisan warna yang indah di setiap sudut bibir, dengan cahaya fajar yang di pancarkan dari ufuk barat kepada bumi. namun terkadang garisan itu terhempas dengan seketika tak ubahnya dengan pasir yang terhempas oleh ombak.  

      


      warna inilah yang ku sebut perasaan ‘cinta’. Cinta yang abstrak, hanya dapat dirasa, tak dapat didefinisikan.





 

lautan abstrak

           Perjalanan yang diawali dengan sentuhan garis yang membuat senyuman terlihat di sudut bibir setiap orang. Terus melewati jalan yang lurus tanpa ada sedikitpun yang menentang. Damai seperti halnya air yang tak berombak. Seperti daun yang tak berguguran, dan langit tanpa petir. 
        Semua belayan kasih sayang terpancarkan, bahkan tak ada alasan untuk membuatnya berteriak karena ketakutan. Waktu semakin menunjukkan akan perjalanan ini, kini cahaya ilmu yang sedikit demi sedikit membuat alur semakin jelas. Membuktikan akan siklus manusia yang sebenarnya. Seperti halnya lautan yang terbentang luas dari panorama dunia. Terlihat indah namun gelombang sebenarnya berada dilautan itu.  sesekali jalan itu menjadi berbelok dengan tak disangka-sangka.
Setiap kali jalan itu dilukis dengan koas terbagus namun tetesan hujan yang membuat lukisan itu menjadi luntur tak beraturan. Seringkali lupa akan tujuan yang sebenarnya, tujuan akan kehidupan yang sementara.
 Pikiran yang tak hentinya menghiasi sel-sel otak yang terus berfungsi. Terkadang semuanya benar namun seringkali kesalahan selalu ada. Lahan perjalanan ( dunia ) yang dilihat semua orang sebagai yang abadi, salah satu jalan kita untuk menanam benih yang terbaik, benih yang mengantarkan kepada titik cahaya keabadian, keabadian yang sebenarnya.
Biarpun harapan adalah hiasan angan namun perbuatanlah yang menjadi aset dalam perjalanan ini.
Rintihan hati setiap insan akan kebahagiaan, kemudahan, dan keabadian yang indah kelak. Sesekali hanyalah rintihan yang tak ada esensinya, tanpa berusaha menjadikan rintihan yang sebenarnya.
Modal cahaya yang menjadi panutan setiap insan, yang ingin mendapatkan perjalanan yang nyata, modal yang ku sebut pedoman umat islam, Al-Quran. Yang kini di buktikan oleh salah satu penerang perjalanan ini, para hafidz Al-Quran yang membuat hatiku tergugah dan berusaha membuat perjalanan ini menjadi indah, karena bagaimanapun perjalanan yang abstrak ini adalah jembatan untuk mendapatkan perjalanan yang tak pernah diduga, tak terbayangkan, dan tak pernah bisa digambarkan dengan jelas. Karena begitu banyak rahasia keindahan yang akan diraih untuk siapapun yang berhasil melewati jembatan ini.
Lautan abstrak yang ku pikir ada dalam perjalanan ini, tak pernah bisa dilihat dengan jelas, karena semua yang di duga terkadang berbeda.
Hanya Sang Maha Pencipta keindahanlah yang akan menentukan akan hasil dari perjalanan yang abstrak ini. Perjalanan yang tak hentinya membuat pertanyaan dalam hati.
 Salah satu harapan yang sebenarnya adalah keinginan menjadi orang pilihan yang berhasil melewati jembatan ini, jembatan yang membawa akan perjalanan kehidupan yang abadi, keindahan Surga kelak. Amin ya Allah ya Rabbal Alamiin. :)







*cytra