Semua belayan kasih sayang terpancarkan, bahkan tak ada alasan untuk membuatnya berteriak karena ketakutan. Waktu semakin menunjukkan akan perjalanan ini, kini cahaya ilmu yang sedikit demi sedikit membuat alur semakin jelas. Membuktikan akan siklus manusia yang sebenarnya. Seperti halnya lautan yang terbentang luas dari panorama dunia. Terlihat indah namun gelombang sebenarnya berada dilautan itu. sesekali jalan itu menjadi berbelok dengan tak disangka-sangka.
Setiap kali jalan itu dilukis dengan koas terbagus namun tetesan
hujan yang membuat lukisan itu menjadi luntur tak beraturan. Seringkali lupa
akan tujuan yang sebenarnya, tujuan akan kehidupan yang sementara.
Pikiran yang tak hentinya
menghiasi sel-sel otak yang terus berfungsi. Terkadang semuanya benar namun
seringkali kesalahan selalu ada. Lahan perjalanan ( dunia ) yang dilihat semua
orang sebagai yang abadi, salah satu jalan kita untuk menanam benih yang
terbaik, benih yang mengantarkan kepada titik cahaya keabadian, keabadian yang
sebenarnya.
Biarpun harapan adalah hiasan angan namun perbuatanlah yang
menjadi aset dalam perjalanan ini.
Rintihan hati setiap insan akan kebahagiaan, kemudahan, dan
keabadian yang indah kelak. Sesekali hanyalah rintihan yang tak ada esensinya,
tanpa berusaha menjadikan rintihan yang sebenarnya.
Modal cahaya yang menjadi panutan setiap insan, yang ingin
mendapatkan perjalanan yang nyata, modal yang ku sebut pedoman umat islam,
Al-Quran. Yang kini di buktikan oleh salah satu penerang perjalanan ini, para
hafidz Al-Quran yang membuat hatiku tergugah dan berusaha membuat perjalanan
ini menjadi indah, karena bagaimanapun perjalanan yang abstrak ini adalah
jembatan untuk mendapatkan perjalanan yang tak pernah diduga, tak terbayangkan,
dan tak pernah bisa digambarkan dengan jelas. Karena begitu banyak rahasia
keindahan yang akan diraih untuk siapapun yang berhasil melewati jembatan ini.
Lautan abstrak yang ku pikir ada dalam perjalanan ini, tak
pernah bisa dilihat dengan jelas, karena semua yang di duga terkadang berbeda.
Hanya Sang Maha Pencipta keindahanlah yang akan menentukan akan
hasil dari perjalanan yang abstrak ini. Perjalanan yang tak hentinya membuat
pertanyaan dalam hati.
Salah satu harapan yang
sebenarnya adalah keinginan menjadi orang pilihan yang berhasil melewati
jembatan ini, jembatan yang membawa akan perjalanan kehidupan yang abadi,
keindahan Surga kelak. Amin ya Allah ya Rabbal Alamiin. :)
*cytra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar