Sabtu, 25 Januari 2014

Paper-- ciri-ciri, hakikat, dan semua bidang kajian sosiologi


I.         I.Pendahuluan
           
            Sosiologi adalah ilmu sosial yang secara khusus mempelajari interaksi sosial. Menurut Auguste Comte Sebagai Bapak Sosiologi, Sosiologi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat (antar individu,antar individu dan kelompok,dan antara kelompok dan kelompok). Sedangkan Frank H. Hankin mendefinisikan sosiologi adalah studi ilmiah tentang fenomena yang timbul dari hubungan kelompok umat manusia. Manusia sebagai makhluk sosial selalu mengadakan interaksi , baik itu interaksi edukatif, interaksi ekonomi, interkasi budaya, dan intreaksi politik.
Berbeda dengan Auguste Comte dan Frank H. Hankin, Sosiolog Indonesia Prof. Selo Soemardjan mengatakan Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur, sosial, proses sosial, dan perubahan-perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok social ,dan lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal-balik dari berbagai segi kehidupan sosial (ekonomi dan politik,hukum,dan agama).
Sosiologi merupakan cabang ilmu sosial yang dahulunya berinduk pada ilmu filsafat. Dengan demikian pokok-pokok pikiran sosiologi tidak bisa terlepas dari pemikiran para ahli filsafat yang mengkaji tentang masyarakat. Sosiologi mengalami perkembangan yang pesat pada abad ke-20, di mana pada masa ini mulai banyak bermunculan berbagai cabang sosiologi, seperti sosiologi industri, sosiologi perkotaan, sosiologi pedesaan, dan lain-lain. Pemikiran para ahli yang mengkonsentrasikan diri pada masalah kajian sosiologi ini dibedakan atas tokoh-tokoh sosiologi klasik dan tokoh-tokoh sosiologi modern.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pergaulan hidup antara seseorang dengan seseorang, perseorangan dengan golongan atau golongan dengan golongan. Dengan demikian terdapat dua unsur pokok dalam sosiologi, yaitu manusia dan hubungan sosial (masyarakat). Terdapat berbagai pendapat tentang kedudukan individu dan masyarakat ini. Di satu pihak ada yang berpendapat bahwa individu lebih dominan daripada masyarakat, tetapi di pihak lain berpendapat bahwa masyarakat lebih dominan daripada individu. Sementara itu terdapat pendapat yang mengambil posisi tengah yang mengatakan bahwa antara individu dan masyarakat terjadi proses saling mempengaruhi. Sejumlah kritik diajukan kepada sosiologi, yaitu

1.     sosiologi adalah ilmu yang sulit,
2.     sosiologi hanya merupakan kumpulan dari berbagai kajian ilmu sosial lainnya, dan
3.     tidak ada lapangan yang khusus bagi sosiologi karena objeknya telah banyak digarap oleh ilmu-ilmu sosial lainnya.
Untuk mengetahui sosiologi secara lebih jelas serta aplikasinya di dalam kehidupan sehari-hari, alangkah baiknya kita mengetahui ciri-ciri, hakikat, dan semua bidang kajian sosiologi . Oleh karena itu, penulis akan mencoba mengkaji ciri-ciri, hakikat, dan semua kajian  bidang sosiologi dari berbagai sumber yang penulis peroleh.



II.       Hasil Penelitian dan Pembahasan
A.  Hasil Penelitian
Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
1.     Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
2.    Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
3.    Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
4.    Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Sosiologi ditelaah dari sudut hakikatnya, maka akan dijumpai beberapa petunjuk yang dapat membantu kita untuk menetapkan ilmu pengetahuan seperti apakah sosiologi itu. Hakikat sosiologi adalah sebagai berikut :

1.     Sosiologi merupakan ilmu sosial, bukan ilmu alam atau kerohanian.
2.    Sosiologi bersifat kategoris, bukan normatif. Artinya, sosiologi membatasi pada peristiwa yang terjadi, bukan mengenai apa yang seharusnya terjadi. Sosiologi tidak menetapkan arah sesuatu seharusnya berkembang dalam arti memberikan petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan dari proses kehidupan bersama.
3.    Sosiologi merupakan ilmu murni (pure science), bukan terapan. Adapun yang dimaksud pure science adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak serta hanya untuk mempertinggi mutu. Artinya sosiologi bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan sedalam-dalamnya tentang masyarakat dan bukan untuk mempergunakan pengetahuan tersebut terhadap masyarakat.
4.     Sosiologi adalah ilmu yang abstrak bukan konkret. Artinya, yang diperhatikan sosiologi adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat.
5.    Sosiologi bertujuan mendapatkan pola-pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari dasar yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antarmanusia.
6.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan empiris-rasional dilihat dari metode yang digunakan.
7.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum, bukan khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum dan selalu ada pada setiap interaksi antarmanusia.
Sosiologi memusatkan perhatiannya pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut. Apa saja yang masuk dalam fenomena kehidupan kelompok yang bisa ditelaah oleh sosiologi? Jawabannya banyak. Misalnya adat istiadat masyarakat, tradisi dan nilai nilai hidup yang timbul dalam masyarakat serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat. Berikut ini sebagian kecil kehidupan masyarakat yang bisa dikaji oleh sosiologi antara lain:


1.     Sosiologi Terapan
2.     Perilaku Kelompok (Kolektif)
3.     Masyarakat (Komunitas)
4.     Sosiologi Komparatif
5.     Sosiologi Budaya
6.     Demografi
7.     Perilaku Menyimpan
8.     Sosiologi Militer
9.     Sosiologi Politik
10.   Hubungan Ras dan Suku Bangsa
11.   Sosiologi Daerah Pedesaan
12.   Perubahan Sosial
13.   Pengawasan Sosial
14.   Organisasi Sosial
15.  Ilmu Jiwa Sosial
16.  Teori Sosiologi
17.   Sosiologi Pendidikan
18.  Sosiologi Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
19.  Sosiologi Pekerjaan dan Keahlian
20.  Sosiologi Agama
21.   Sosiologi Kelompok Kecil
22.  Stratifikasi dan Mobilitas
23. Sosiologi Industri
24. Sosiologi Korupsi
25. Sosiologi Industri
26.  Sosiologi Kedokteran
27. SosiologiOlahraga





B.  Pembahasan

Jika ditelaah lebih lanjut tentang karakteristik sosiologi menurut Soekarto (1986: 17) memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1.      Sosiologi merupakan bagian dari ilmu sosial, bukan merupakan bagian ilmu pengetahuan alam maupun ilmu kerohanian.
2.     Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normatif, melainkan suatu disiplin yang bersipat kategoris. Artinya, sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi saat ini, dan bukan mengenai apa yang semestinya terjadi atau seharusnya terjadi.
3.     Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum (nomotetik). Berbeda dengan sejarah misalnya, (lebih banyak meneliti dan mencari pola-pola khusus atau ideografik) yang menekankan tentang keunikan sesuatu yang dikaji.
4.     Sosiologi merupakan ilmu sosial yang empiris, faktual, dan rasional.
5.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, bukan tentang ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahan kajian yang diperhatikan dalam sosiologi adalah bentuk-bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat, dan bukan wujudnya tetang masyarakat yang konkret.
6.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang menghasilkan penertian-pengertian dan pola-pola umum. Karena dalam sosiologi, meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip-prinsip atau hukum-hukum umum daripada interaksi antarmanusia dan juga perihal sifat hakikat, bentuk, isi, dan struktur dari masyarakat.

Hakikat sebuah ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut.[1]

1.     Sosiologi adalah sebuah ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian. Pembedaan ini bukanlah pembedaan tentang metodenya, tetapi menyangkut perbedaan isinya. Hal ini akan berguna untuk membedakan ilmu-ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan.
2.    Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yang normatif, akan tetapi merupakan disiplin ilmu yang kategoris, artinya bahwa sosiologi membatasi diri daripada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang seharusnya terjadi. Pandangan-pandangan sosiologi tidak dapat menilai apa yang buruk dan apa yang baik, apa yang benar dan apa yang salah, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
3.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (applied science).
4.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkret, artinya yang diperhatikan sosiologi adalah bentuk dan pola, peristiwa dalam masyarakat, tetapi tidak konkrit wujudnya.
5.    Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Dalam hal ini, sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip-prinsip atau hukum-hukum umum daripada interaksi antarmanusia dan juga tentang sifat hakikat, bentuk, isi, dan struktur dari masyarakat manusia.
6.     Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Dalam hal ini sosiologi bercirikan menyangkut soal metode yang dipergunakan.
7.    Sosiologi adalah sebagai ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala yang umum ada pada setiap interaksi antar manusia
Bidang Kajian Sosiologi
Sosiologi sebagai ilmu sosial yang mempunyai fokus kajian mengenai tingkah laku manusia mempunyai bidang kajian yang sangat luas, antara lain bidang kajian Sosiologi Industri, Sosiologi Hukum, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Kesehatan, dan lain-lain.
Sosiologi Industri mengkaji masalah fenomena industri dengan menitikberatkan kajiannya pada faktor manusia, dan mengaitkannya dengan faktor mesin serta mekanisme kerja pabrik yang berorientasi pada efisiensi dan efektivitas. Sedangkan Sosiologi Hukum merupakan cabang sosiologi yang mengkaji fenomena-fenomena hukum yang ada di masyarakat.
Sementara itu Sosiologi Pendidikan mengkaji proses-proses sosiologis yang berlangsung dalam lembaga pendidikan dengan tekanan dan wilayah tekanannya pada lembaga pendidikan. Di lain pihak Sosiologi Perilaku Menyimpang mengkaji perilaku dan kondisi yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma yang sudah disepakati dalam masyarakat.
 Dalam melakukan kajiannya, terutama pada masyarakat modern, sosiologi perlu bekerja sama dengan ilmu-ilmu sosial lainnya membentuk kajian multidisipliner. Antropologi bisa membantu sosiologi dalam hal metodologi mengingat antropologi mempunyai pengalaman yang sangat panjang dalam melakukan penelitian yang bersifat kualitatif. Psikologi bisa memberi masukan bagi sosiologi dalam hal informasinya mengenai kecenderungan-kecenderungan yang sifatnya individual. Sementara itu sosiologi juga harus meminta bantuan ahli sejarah untuk memberi informasi tentang proses historis yang ada dalam fenomena perubahan sosial .
sosiologi pedesaan mempelajari masyarakat pedesaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. materi yang dipelajari dalam sosiologi pedesaan antara lain mata pencaharian hidup, pola hubungan, pola pemikiran, serta sikap dan sifat masyarakat pedesaan dalam kehidupan sehari-hari. setiap melaksanakan kegiatan lapangan di sengaja atau tidak kita selalu berhubungan dengan masyarakat baik daerah itu pedesaan atau perkotaan secara langsung dan tak langsung mau tak mau kita mesti harus berhubungan dengan masyarakat desa/kota.
untuk itu kita harus membenahi diri dengan pengetahuan tentang desa dan masyarakat secara praktis. jika telah mempelajarinya tentang desa dan masyarakat nya tentu kita akan mudah untuyk beradaptasi melaksanakan penyesuaian dalam kehidupan sosial mereka . masyarakat desa atau unsur penyesuain terdiri dari unsur unsur yang berbeda sehinga perlu di pelajari untuk mencapai suatu pola kehidupan yang serasi yang menjadikan kita dapat di terima di masyarakat , tetapi semuanya tidak lepas dari kepandaian atau kecerdasaan kemampuan sikap kejujuran kita sendiri sehingga tujuan kita dapat tercapai dan tidak mendapatkan suatu hal yang merugikan (membahayakan diri).
sedangkan sosiologi perkotaan mempelajari masyarakat perkotaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. materi yang dipelajari antara lain mata pencaharian hidup, pola hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, dan pola pikir dalam menyikapi suatu permasalahan.
sosiologi kesehatan bertujuan mengkaji cara penerapan berbagai teori sosiologi dalam menganalisis masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan. cabang sosiologi ini berusaha untuk mengkaji perilaku sakit, perilaku sehat, peran sehat, dan peran sakit para anggota masyarakat
ruang lingkup sosiologi kesehatan sosiologi kesehatan merupakan cabang sosiologi yang relatif baru. di masa lalu dalam sosiologi telah lama dikenal cabang sosiologi, sosiologi medis, yang merupakan pendahulu sosiologi kesehatan dan terkait erat dengannya. pertumbuhan sosiologi medis berlangsung melalui enam tahap. menurut mechanic tugas medis hanya dapat dilaksanakan secara efektif manakala yang dipertimbangkan baik faktor biologis
Menurut Achmad Ali (1998: 11):
“….sosiologi hukum menekankan kajian pada law in action, hukum dalam kenyataannya, hukum sebagai tingkah laku manusia, yang berarti berada di dunia sein. Sosiologi hukum menggunakan pendekatan empiris yang bersifat deskriptif…”.
Sosiologi hukum sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri merupakan ilmu sosial, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari kehidupan bersama manusia dengan sesamanya, yaitu pergaulan hidup, dengan kata lain sosiologi hukum mempelajari masyarakat khususnya gejala hukum dari masyarakat tersebut.
Karakteristik kajian atau studi hukum secara sosiologis menurut Satjipto Rahardjo (1986: 310-311), yaitu:
1.     Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari fenomena hukum yang bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap praktik-praktik hukum. Sosiologi hukum menjelaskan mengapa dan bagaimana praktik-praktik hukum itu terjadi, sebab-sebabnya, faktor-faktor yang berpengaruh, latar belakang dan sebagainya.
2.    Sosiologi hukum senantiasa menguji kesahihan empiris (empirical validity)  dari suatu peraturan atau pernyataan hukum. Bagaimana kenyataannya peraturan itu, apakah sesuai dengan bunyi atau teks dari peraturan itu.
3.    Sosiologi hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum. Tingkah laku yang menaati hukum dan yang menyimpang dari hukum sama-sama merupakan objek pengamatan yang setaraf. Sosiologi hukum tidak menilai antara satu dengan yang lain, perhatian yang utama dari sosiologi hukum hanyalah pada memberikan penjelasan atau gambaran terhadap objek yang dipelajarinya.







III.     Penutup

A.  Kesimpulan

Sosiologi adalah ilmu sosial yang secara khusus mempelajari interaksi sosial. Interaksi manusia di dalam masyarakat ( Individu dengan Individu, individu dengan kelompok,kelompok dengan individu, dan kelompok dengan kelompok ). Sosiologi juga merupakan cabang ilmu sosial yang dahulunya berinduk pada ilmu filsafat. Dengan demikian pokok-pokok pikiran sosiologi tidak bisa terlepas dari pemikiran para ahli filsafat yang mengkaji tentang masyarakat.
      Sosiologi mempunyai ciri-ciri yang bersifat kategoris,murni,abstrak,berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional dan empiris,serta bersifat umum. Pada hakikatnya sosiologi membahas sebuah ilmu sosial ( masyarakat ) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian. Adapun sosiologi mengkaji mengenai tingkah laku manusia dalam bermasyarakat.


Daftar Pustaka

Soekanto ,Soejono.2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

·         Sumber internet :







[1] Prof.Dr.Soejono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar.(Jakarta.PT Rajagrafindo Persada.2012) hlm.18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar