I.
I.Pendahuluan
Sosiologi adalah ilmu sosial yang secara khusus mempelajari interaksi sosial. Menurut Auguste Comte Sebagai Bapak Sosiologi, Sosiologi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat (antar individu,antar individu dan kelompok,dan antara kelompok dan kelompok). Sedangkan Frank H. Hankin mendefinisikan sosiologi adalah studi ilmiah tentang fenomena yang timbul dari hubungan kelompok umat manusia. Manusia sebagai makhluk sosial selalu mengadakan interaksi , baik itu interaksi edukatif, interaksi ekonomi, interkasi budaya, dan intreaksi politik.
Sosiologi adalah ilmu sosial yang secara khusus mempelajari interaksi sosial. Menurut Auguste Comte Sebagai Bapak Sosiologi, Sosiologi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat (antar individu,antar individu dan kelompok,dan antara kelompok dan kelompok). Sedangkan Frank H. Hankin mendefinisikan sosiologi adalah studi ilmiah tentang fenomena yang timbul dari hubungan kelompok umat manusia. Manusia sebagai makhluk sosial selalu mengadakan interaksi , baik itu interaksi edukatif, interaksi ekonomi, interkasi budaya, dan intreaksi politik.
Berbeda dengan Auguste Comte dan Frank H. Hankin, Sosiolog
Indonesia Prof. Selo Soemardjan mengatakan Sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari struktur, sosial, proses sosial, dan perubahan-perubahan sosial.
Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang
pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok
social ,dan lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal-balik dari
berbagai segi kehidupan sosial (ekonomi dan politik,hukum,dan agama).
Sosiologi
merupakan cabang ilmu sosial yang dahulunya berinduk pada ilmu filsafat. Dengan demikian pokok-pokok pikiran sosiologi
tidak bisa terlepas dari pemikiran para ahli filsafat yang mengkaji tentang
masyarakat. Sosiologi mengalami perkembangan yang pesat pada abad ke-20, di
mana pada masa ini mulai banyak bermunculan berbagai cabang sosiologi, seperti
sosiologi industri, sosiologi perkotaan, sosiologi pedesaan, dan lain-lain.
Pemikiran para ahli yang mengkonsentrasikan diri pada masalah kajian sosiologi
ini dibedakan atas tokoh-tokoh sosiologi klasik dan tokoh-tokoh sosiologi modern.
Sosiologi merupakan ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang pergaulan hidup antara seseorang dengan
seseorang, perseorangan dengan golongan atau golongan dengan golongan. Dengan
demikian terdapat dua unsur pokok dalam sosiologi, yaitu manusia dan hubungan
sosial (masyarakat). Terdapat berbagai pendapat tentang kedudukan individu dan
masyarakat ini. Di satu pihak ada yang berpendapat bahwa individu lebih dominan
daripada masyarakat, tetapi di pihak lain berpendapat bahwa masyarakat lebih
dominan daripada individu. Sementara itu terdapat pendapat yang mengambil
posisi tengah yang mengatakan bahwa antara individu dan masyarakat terjadi
proses saling mempengaruhi. Sejumlah kritik diajukan kepada sosiologi, yaitu
1. sosiologi adalah ilmu yang
sulit,
2. sosiologi hanya merupakan kumpulan dari
berbagai kajian ilmu sosial lainnya, dan
3. tidak ada lapangan yang khusus bagi sosiologi
karena objeknya telah banyak digarap oleh ilmu-ilmu sosial lainnya.
Untuk mengetahui sosiologi secara lebih jelas serta aplikasinya di
dalam kehidupan sehari-hari, alangkah baiknya kita mengetahui ciri-ciri,
hakikat, dan semua bidang kajian sosiologi . Oleh karena itu, penulis akan
mencoba mengkaji ciri-ciri, hakikat, dan semua kajian bidang sosiologi dari berbagai sumber yang
penulis peroleh.
II.
Hasil
Penelitian dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
Menurut
Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu
mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
1. Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang
hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
2. Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil
observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka
dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan
sebab akibat sehingga menjadi teori.
3. Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada,
kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
4. Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik
atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah
tersebut secara mendalam.
Sosiologi ditelaah dari sudut hakikatnya, maka akan dijumpai
beberapa petunjuk yang dapat membantu kita untuk menetapkan ilmu pengetahuan
seperti apakah sosiologi itu. Hakikat sosiologi adalah sebagai berikut :
1. Sosiologi merupakan ilmu sosial, bukan ilmu alam atau kerohanian.
2. Sosiologi bersifat kategoris, bukan normatif. Artinya, sosiologi
membatasi pada peristiwa yang terjadi, bukan mengenai apa yang seharusnya
terjadi. Sosiologi tidak menetapkan arah sesuatu seharusnya berkembang dalam
arti memberikan petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan
dari proses kehidupan bersama.
3. Sosiologi merupakan ilmu murni (pure science), bukan terapan.
Adapun yang dimaksud pure science adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan
membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak serta hanya untuk
mempertinggi mutu. Artinya sosiologi bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan
sedalam-dalamnya tentang masyarakat dan bukan untuk mempergunakan pengetahuan
tersebut terhadap masyarakat.
4. Sosiologi adalah ilmu yang
abstrak bukan konkret. Artinya, yang diperhatikan sosiologi adalah bentuk dan
pola-pola peristiwa dalam masyarakat.
5. Sosiologi bertujuan mendapatkan pola-pola umum. Sosiologi meneliti
dan mencari dasar yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi
antarmanusia.
6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan empiris-rasional dilihat dari
metode yang digunakan.
7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum, bukan khusus.
Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum dan selalu ada pada setiap interaksi
antarmanusia.
Sosiologi
memusatkan perhatiannya pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok
tersebut. Apa saja yang masuk dalam fenomena kehidupan kelompok yang bisa
ditelaah oleh sosiologi? Jawabannya banyak. Misalnya adat istiadat masyarakat,
tradisi dan nilai nilai hidup yang timbul dalam masyarakat serta pengaruhnya
terhadap kehidupan masyarakat. Berikut ini sebagian kecil kehidupan masyarakat
yang bisa dikaji oleh sosiologi antara lain:
1. Sosiologi Terapan
2. Perilaku Kelompok (Kolektif)
3. Masyarakat (Komunitas)
4. Sosiologi Komparatif
5. Sosiologi Budaya
6. Demografi
7. Perilaku Menyimpan
8. Sosiologi Militer
9. Sosiologi Politik
10. Hubungan Ras dan Suku Bangsa
11. Sosiologi Daerah Pedesaan
12. Perubahan Sosial
13. Pengawasan Sosial
14. Organisasi Sosial
15. Ilmu Jiwa Sosial
16. Teori Sosiologi
17. Sosiologi Pendidikan
18. Sosiologi Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
19. Sosiologi Pekerjaan dan Keahlian
20. Sosiologi Agama
21. Sosiologi Kelompok Kecil
22. Stratifikasi dan Mobilitas
23. Sosiologi Industri
24. Sosiologi Korupsi
25. Sosiologi Industri
26. Sosiologi Kedokteran
27. SosiologiOlahraga
B. Pembahasan
Jika ditelaah lebih lanjut tentang
karakteristik sosiologi menurut Soekarto (1986: 17) memiliki ciri-ciri
sebagai berikut.
1. Sosiologi merupakan bagian dari ilmu sosial,
bukan merupakan bagian ilmu pengetahuan alam maupun ilmu kerohanian.
2. Sosiologi bukan merupakan disiplin yang
normatif, melainkan suatu disiplin yang bersipat kategoris. Artinya, sosiologi
membatasi diri pada apa yang terjadi saat ini, dan bukan mengenai apa yang
semestinya terjadi atau seharusnya terjadi.
3. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan
pengertian-pengertian dan pola-pola umum (nomotetik). Berbeda dengan sejarah
misalnya, (lebih banyak meneliti dan mencari pola-pola khusus atau ideografik)
yang menekankan tentang keunikan sesuatu yang dikaji.
4. Sosiologi merupakan ilmu sosial yang empiris,
faktual, dan rasional.
5. Sosiologi merupakan ilmu
pengetahuan yang abstrak, bukan tentang ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya,
bahan kajian yang diperhatikan dalam sosiologi adalah bentuk-bentuk dan
pola-pola peristiwa dalam masyarakat, dan bukan wujudnya tetang masyarakat yang
konkret.
6. Sosiologi merupakan ilmu
pengetahuan yang menghasilkan penertian-pengertian dan pola-pola umum. Karena
dalam sosiologi, meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip-prinsip atau
hukum-hukum umum daripada interaksi antarmanusia dan juga perihal sifat
hakikat, bentuk, isi, dan struktur dari masyarakat.
Hakikat sebuah ilmu pengetahuan adalah sebagai
berikut.[1]
1. Sosiologi adalah sebuah ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu
pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian. Pembedaan ini bukanlah
pembedaan tentang metodenya, tetapi menyangkut perbedaan isinya. Hal ini akan
berguna untuk membedakan ilmu-ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan
gejala-gejala kemasyarakatan.
2. Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yang normatif, akan tetapi
merupakan disiplin ilmu yang kategoris, artinya bahwa sosiologi membatasi diri
daripada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang seharusnya
terjadi. Pandangan-pandangan sosiologi tidak dapat menilai apa yang buruk dan
apa yang baik, apa yang benar dan apa yang salah, serta segala sesuatu yang
berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan
bukan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (applied science).
4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan
merupakan ilmu pengetahuan yang konkret, artinya yang diperhatikan sosiologi
adalah bentuk dan pola, peristiwa dalam masyarakat, tetapi tidak konkrit
wujudnya.
5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan
pola-pola umum. Dalam hal ini, sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi
prinsip-prinsip atau hukum-hukum umum daripada interaksi antarmanusia dan juga
tentang sifat hakikat, bentuk, isi, dan struktur dari masyarakat manusia.
6. Sosiologi merupakan ilmu
pengetahuan yang empiris dan rasional. Dalam hal ini sosiologi bercirikan
menyangkut soal metode yang dipergunakan.
7. Sosiologi adalah sebagai ilmu pengetahuan yang umum dan bukan
merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala
yang umum ada pada setiap interaksi antar manusia
Bidang
Kajian Sosiologi
Sosiologi
sebagai ilmu sosial yang mempunyai fokus kajian mengenai tingkah laku manusia
mempunyai bidang kajian yang sangat luas, antara lain bidang kajian Sosiologi
Industri, Sosiologi Hukum, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Perkotaan, Sosiologi
Pedesaan, Sosiologi Kesehatan, dan lain-lain.
Sosiologi
Industri mengkaji masalah fenomena industri dengan menitikberatkan kajiannya
pada faktor manusia, dan mengaitkannya dengan faktor mesin serta mekanisme
kerja pabrik yang berorientasi pada efisiensi dan efektivitas. Sedangkan
Sosiologi Hukum merupakan cabang sosiologi yang mengkaji fenomena-fenomena
hukum yang ada di masyarakat.
Sementara
itu Sosiologi Pendidikan mengkaji proses-proses sosiologis yang berlangsung
dalam lembaga pendidikan dengan tekanan dan wilayah tekanannya pada lembaga
pendidikan. Di lain pihak Sosiologi Perilaku Menyimpang mengkaji perilaku dan
kondisi yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma yang sudah disepakati
dalam masyarakat.
Dalam melakukan kajiannya, terutama pada
masyarakat modern, sosiologi perlu bekerja sama dengan ilmu-ilmu sosial lainnya
membentuk kajian multidisipliner. Antropologi bisa membantu sosiologi dalam hal
metodologi mengingat antropologi mempunyai pengalaman yang sangat panjang dalam
melakukan penelitian yang bersifat kualitatif. Psikologi bisa memberi masukan
bagi sosiologi dalam hal informasinya mengenai kecenderungan-kecenderungan yang
sifatnya individual. Sementara itu sosiologi juga harus meminta bantuan ahli
sejarah untuk memberi informasi tentang proses historis yang ada dalam fenomena
perubahan sosial .
sosiologi pedesaan mempelajari
masyarakat pedesaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya sesuai dengan
lingkungan tempat tinggalnya. materi yang dipelajari dalam sosiologi pedesaan
antara lain mata pencaharian hidup, pola hubungan, pola pemikiran, serta sikap
dan sifat masyarakat pedesaan dalam kehidupan sehari-hari. setiap melaksanakan
kegiatan lapangan di sengaja atau tidak kita selalu berhubungan dengan
masyarakat baik daerah itu pedesaan atau perkotaan secara langsung dan tak
langsung mau tak mau kita mesti harus berhubungan dengan masyarakat desa/kota.
untuk itu kita harus membenahi diri
dengan pengetahuan tentang desa dan masyarakat secara praktis. jika telah
mempelajarinya tentang desa dan masyarakat nya tentu kita akan mudah untuyk
beradaptasi melaksanakan penyesuaian dalam kehidupan sosial mereka . masyarakat
desa atau unsur penyesuain terdiri dari unsur unsur yang berbeda sehinga perlu
di pelajari untuk mencapai suatu pola kehidupan yang serasi yang menjadikan
kita dapat di terima di masyarakat , tetapi semuanya tidak lepas dari
kepandaian atau kecerdasaan kemampuan sikap kejujuran kita sendiri sehingga
tujuan kita dapat tercapai dan tidak mendapatkan suatu hal yang merugikan
(membahayakan diri).
sedangkan sosiologi perkotaan
mempelajari masyarakat perkotaan dan segala pola interaksi yang dilakukannya
sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya. materi yang dipelajari antara lain
mata pencaharian hidup, pola hubungan dengan orang-orang yang ada di
sekitarnya, dan pola pikir dalam menyikapi suatu permasalahan.
sosiologi kesehatan bertujuan mengkaji
cara penerapan berbagai teori sosiologi dalam menganalisis masalah-masalah yang
berhubungan dengan kesehatan. cabang sosiologi ini berusaha untuk mengkaji
perilaku sakit, perilaku sehat, peran sehat, dan peran sakit para anggota
masyarakat
ruang lingkup sosiologi kesehatan
sosiologi kesehatan merupakan cabang sosiologi yang relatif baru. di masa lalu
dalam sosiologi telah lama dikenal cabang sosiologi, sosiologi medis, yang
merupakan pendahulu sosiologi kesehatan dan terkait erat dengannya. pertumbuhan
sosiologi medis berlangsung melalui enam tahap. menurut mechanic tugas medis
hanya dapat dilaksanakan secara efektif manakala yang dipertimbangkan baik faktor
biologis
Menurut Achmad Ali (1998: 11):
“….sosiologi hukum menekankan kajian
pada law in action, hukum dalam kenyataannya, hukum sebagai tingkah laku
manusia, yang berarti berada di dunia sein. Sosiologi hukum menggunakan
pendekatan empiris yang bersifat deskriptif…”.
Sosiologi hukum sebagai cabang ilmu
yang berdiri sendiri merupakan ilmu sosial, yaitu ilmu pengetahuan yang
mempelajari kehidupan bersama manusia dengan sesamanya, yaitu pergaulan
hidup, dengan kata lain sosiologi hukum mempelajari masyarakat khususnya
gejala hukum dari masyarakat tersebut.
Karakteristik kajian atau studi hukum
secara sosiologis menurut Satjipto Rahardjo (1986: 310-311), yaitu:
1. Sosiologi hukum
adalah ilmu yang mempelajari fenomena hukum yang bertujuan untuk memberikan penjelasan
terhadap praktik-praktik hukum. Sosiologi hukum menjelaskan mengapa dan
bagaimana praktik-praktik hukum itu terjadi, sebab-sebabnya, faktor-faktor yang
berpengaruh, latar belakang dan sebagainya.
2. Sosiologi hukum
senantiasa menguji kesahihan empiris (empirical validity) dari
suatu peraturan atau pernyataan hukum. Bagaimana kenyataannya peraturan itu,
apakah sesuai dengan bunyi atau teks dari peraturan itu.
3. Sosiologi hukum tidak
melakukan penilaian terhadap hukum. Tingkah laku yang menaati hukum dan yang
menyimpang dari hukum sama-sama merupakan objek pengamatan yang setaraf.
Sosiologi hukum tidak menilai antara satu dengan yang lain, perhatian yang
utama dari sosiologi hukum hanyalah pada memberikan penjelasan atau gambaran
terhadap objek yang dipelajarinya.
III. Penutup
A. Kesimpulan
Sosiologi adalah ilmu sosial yang secara khusus
mempelajari interaksi sosial. Interaksi
manusia di dalam masyarakat ( Individu dengan Individu, individu dengan
kelompok,kelompok dengan individu, dan kelompok dengan kelompok ). Sosiologi juga merupakan cabang ilmu sosial yang dahulunya
berinduk pada ilmu filsafat. Dengan
demikian pokok-pokok pikiran sosiologi tidak bisa terlepas dari pemikiran para
ahli filsafat yang mengkaji tentang masyarakat.
Sosiologi
mempunyai ciri-ciri yang bersifat kategoris,murni,abstrak,berusaha mencari
pengertian-pengertian umum, rasional dan empiris,serta bersifat umum. Pada
hakikatnya sosiologi membahas sebuah ilmu sosial ( masyarakat ) dan bukan
merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian. Adapun
sosiologi mengkaji mengenai tingkah laku manusia dalam bermasyarakat.
Daftar Pustaka
Soekanto
,Soejono.2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
·
Sumber internet :
[1] Prof.Dr.Soejono
Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar.(Jakarta.PT Rajagrafindo
Persada.2012) hlm.18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar