BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di dalam dunia
pendidikan yang semakin maju dalam menghadapi globalisasi dan menatap masa
depan. Pemanfaatan karya ilmiah dalam proses belajar dapat mempertinggi
efektifitas dan efesien pencapaian tujuan pengajaran. Oleh sebab itu media
pendidikan mempunyai peranan yang sangat besar dalam menunjang kegiatan proses
belajar mengajar. Banyak guna dan manfaat karya ilmiah dalam pendidikan Salah
satunya metode penulisan karya ilmiah yang dapat digunakan dalam kegitan
skripsi, tesis, dll.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya
berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang
penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan
sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban
mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang
terdapat dalam objek tulisan.
bagi seorang mahasiswa sebagai calon ilmuan
wajib menguasai tata cara menyusun karya ilmiah. Ini tidak terbatas pada
teknik, tetapi juga praktik penulisannya.karena Kaum intelektual jangan hanya
pintar bicara dan “menyanyi” saja, tetapi juga harus gemar dan pintar menulis.
Istilah
karya ilmiah disini adalah mengacu kepada karya tulis yang menyusun dan
penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Yamilah dan
Samsoerizal (1994 : 90) memaparkan bahwa ragam karya ilmiah ini terdiri atas
beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Menurut pengelompokan itu , dikenal ragam
karya ilmiah seperti ; makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.
1.2
Rumusan Masalah
Dari
latar belakang diatas penulis merumuskan sebagai berikut :
1. Apakah
Pengertian dari Karya Ilmiah ?
2. Apa-apa saja
Ciri-ciri dari Karya Ilmiah ?
3. Apa-apa saja
jenis-jenis dari Karya Ilmiah ?
4. Bagaimana etika
dank ode etik Karya Ilmiah ?
5. Bagaimana
langkah-langkah penyusunan Karya Ilmiah ?
6. Bagaimana
Sikap-sikap Ilmiah dalam penulisan Karya Ilmiah ?
7.
Apa-apa saja kendala dalam proses penulisan
penelitian Karya Ilmiah ?
1.3
Tujuan
Penulisan
Pada
dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan
umum dan tujuan khusus, tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah penulisan karya ilmiah,adapun tujuan
khusus dari penyusunan makalah ini yaitu :
1.Untuk mengetahui tata cara penulisan karya
tulis ilmiah
2.Untuk mengetahui Apa saja yang termasuk
karya tulis ilmiah
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Karya
Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan
hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa
disebut karangan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo (1985:8-9), “ Karya Ilmiah adalah
karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi
penulisan yang baik dan benar”. Dalam hal ciri khusu cara ilmiah, dikatakannya
pula, karya ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran
tanpa mengingat akibatnya. Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran
yang objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta dilapangan, dan bukan
kebenaran yang normatif.
2.2 Ciri-ciri Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi
karakteristik utamanya, yaitu :
1. Struktur sajian
Struktur sajian
karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian
inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke
bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin
disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup
merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak
lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan
substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan
jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti,
penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal
mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap penulis
Sikap penulis
dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya
bahasa impers Ponal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan
kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan bahasa
Secara umum,
bahasa ilmiah adalah bahasa Indonesia yang baku (resmi) dan mengandung hal-hal
teknis yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Bahasa yang demikian memiliki
karakteristik-karakteristik berikut :
a.
Bahasa dalam karya tulis ilmiah bersifat formal
dan objektif, baik dalam hal penggunaan kosakata, diksi, kalimat dan system
ejaan yang digunakan.
b.
Bahasa karya ilmiah harus mengandung sebuah
bidang keilmuan melalui pertanyaan yang tepat
c.
Bahasa dalam karya tulis ilmiah termasuk ragam
bahasa baku
d.
Bahasa dalam karya tulis ilmiah bukan dialek.
e.
Bahasa dalam karya tulis ilmiah lebih
berkomunikasi dengan pikiran dari pada dengan perasaan.
f.
Komunikasi dalam karya tulis ilmiah harus
secara lengkap, jelas , ringkas, meyakinkan, dan tepat.
g.
Di hindari bahasa yang using, kolot, mubazir
dan bermakna ganda
2.3 Jenis-jenis karya ilmiah
Sesuai
dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam
bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum,
skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan
produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang
terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan
lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Adapun jenis
Karya Ilmiah adalah,
1.
Makalah
Menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa
Arab yang berarti karangan. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling
sederhana yang membahas suatu pokok persoalan atau menyajikan suatu masalah,
sebagai hasil penelitian data di lapangan yang bersifat empiris-objektif atau
sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar)
atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen
yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
Aturannya tidak seketad makalah para ahli
karena bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan dan kemudian dengan tarikan
teoritis; menggabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya.
Makalah memiliki
karakteristik sebgai berikut :
a.
Merupakan hasil kajian literature dan atau
laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan
permasalahan suatu perkuliahan.
b.
Mendemostrasikan pemahaman mahasiswa tentang
permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan mahasiswa dalam menerapkan
suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan.
c.
Menunjukkan kemampuan terhadap isi dari berbagi
sumber yang digunakan.
d.
Mendemonstrasikan kemampuan meramu
berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh.
Makalah yang berlaku
di perguruan tinggi terdiri dari dua jenis, yaitu:
a.Makalah biasa
(ordinary paper),
Dibuat
mahasiswa untuk menunjukkan pemahamannya terhadap permasalahan yang dibahas.
Dalam makalah ini secara deskriptif, mahasiswa diperkenankan mengemukakan berbagai
aliran atau pandangan yang ada tentang masalah yang dikaji, juga boleh
memberikan saran maupun kritik mengenai aliran atau pendapat yang dikemukakan
namun tidak perlu memihak salah satu aliran atau pendapat tersebut. Jadi tidak
perlu beragumentasi mempertahankan pendapat tersebut.
b. Makalah posisi (position paper),
maksudnya
mahasiswa membuat makalah untuk menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu
kajian. Untuk makalah jenis ini mahasiswa diminta tidak saja menunjukkan
penguasaan pengetahuan tertentu tapi juga dipersyaratkan untuk menunjukkan di
pihak mana ia berdiri. Kemampuan analisis, sintesis dan evaluasi merupakan
kemampuan mutlak yang harus dikuasai mahasiswa agar dapat menghasilkan makalah
posisi.
Makalah
posisi diwajibkan untuk tingkat pascasarjana. Pada tingkat S1, mahasiswa cukup
membuat satu makalah posisi setiap satu semester, berhubungan dengan mata
kuliah pokok bidang studi. Untuk tingkat pascasarjana atau S2, makalah posisi
diharuskan bagi setiap mata kuliah Bidang Studi (BS) di tiap semester.
Untuk
jenjang S3, makalah posisi sudah merupakan tugas dari tiap mata kuliah bidang
studi. Mahasiswa S3 harus mampu mendemonstrasikan posisinya dalam setiap mata
kuliah yang ditempuhnya dan harus pula mempertanggungjawabkan posisi tersebut.
Jadi minimal satu makalah posisi untuk setiap mata kuliah bidang studi.
Makalah
biasa maupun makalah posisi terdiri atas :
1.
Pendahuluan
Pada bagian ini dikemukakan persoalan yang akan dibahas (latar belakang masalah, masalah, prosedur pemecahan masalah dan sistematika uraian).
Pada bagian ini dikemukakan persoalan yang akan dibahas (latar belakang masalah, masalah, prosedur pemecahan masalah dan sistematika uraian).
2.
Isi
Mendemonstrasikan kemampuannya dalam menjawab masalah yang diajukan. Bagian isi boleh terdiri atas lebih dari 1 bagian.
Mendemonstrasikan kemampuannya dalam menjawab masalah yang diajukan. Bagian isi boleh terdiri atas lebih dari 1 bagian.
3.
.Kesimpulan.
Kesimpulan adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil diskusi/uraian yang telah dikemukakannya dalam bagian isi. Dalam mengambil kesimpulan, penulis makalah harus kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan.
Kesimpulan adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil diskusi/uraian yang telah dikemukakannya dalam bagian isi. Dalam mengambil kesimpulan, penulis makalah harus kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan.
2.
Kertas Kerja
Kertas kerja adalah makalah yang memiliki
tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya. Kertas
kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis
lebih dalam dan tajam.
Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada
seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan
ilmiah’ tersebut, kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa
jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis
rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau
kemanfaatannya.
Sistematika Penulisan Kertas Kerja :
A. Kertas Kerja Perseorangan (KKP)
1. Bagian Awal
A. Kertas Kerja Perseorangan (KKP)
1. Bagian Awal
a. Halaman Sampul
b. Halaman Judul
c. Lembar Pengesahan
d. Lembar Persetujuan
e. Kata Pengantar
f. Daftar Tabel
g. Daftar Gambar
h. Daftar Isi
2.
Batang Tubuh
BAB I. Pendahuluan
1.1
Latar
Belakang
1.2
Isu
Aktual
1.3
Lingkup Bahasan
BAB II. Gambaran Keadaan Sekarang
2.1 Gambaran Umum yang relevan dengan Isu Aktual
2.2 Visi dan
Misi (yang tercantum dalam Renstra Eselon II atasan langsung Eselon III/Penulis)
2.3 Tugas Pokok
dan Fungsi (Tupoksi) sesuai dasar hukum, Ketentuan Lembaga/Instansi Peserta.
2.4
Tujuan
dan Sasaran (sesuai Renstra)
2.4.1
Ada Tujuan dan
Sasaran yang bermasalah/tingkat kinerja rendah yang relevan dengan Isu Aktual.
Gambaran terukurnya sesuai laporan AKIP (LAKIP) sesuai Keputusan Kepala LAN RI No. 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan LAKIP;
Gambaran terukurnya sesuai laporan AKIP (LAKIP) sesuai Keputusan Kepala LAN RI No. 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan LAKIP;
2.4.2
Atau
semua Tujuan dan Sasaran pada Renstra sudah mencapai target;
2.4.3
Atau
Tujuan dan Sasaran yang ada di Renstra tidak sesuai dengan pandangan/keinginan
peserta.
BAB
III. Gambaran Keadaan yang Diinginkan
3.1 Tujuan dan Sasaran ada
dalam Renstra
Gambarkan Tujuan dan Sasaran yang bermasalah/tingkat kinerjanya rendah (kalau ada di Renstra) yang ingin ditingkatkan kinerjanya. Sebaliknya terukur sesuai dengan Pedoman LAKIP, Keputusan Ketua LAN RI No. 239/IX/6/8/2003, Format Rencana Kerja Tahunan (RKT).
Gambarkan Tujuan dan Sasaran yang bermasalah/tingkat kinerjanya rendah (kalau ada di Renstra) yang ingin ditingkatkan kinerjanya. Sebaliknya terukur sesuai dengan Pedoman LAKIP, Keputusan Ketua LAN RI No. 239/IX/6/8/2003, Format Rencana Kerja Tahunan (RKT).
3.Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang
mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain dimana karya ilmiah
yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan, didukung data dan fakta
empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapangan atau
penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan dan dipertahankan di depan
sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu
(S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
Bobotnya 6
satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing.
Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa
mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi. Skripsi menuntut
kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa
penemuan baru.
Skripsi memiliki kriteria
sebagai berikut :
1.
Topik, skripsi dapat bersumber dari permasalahan permasalahan yang sesuai
dengan bidang studi atau bidang keahlian mahasiswa
2.
Skripsi ditulis atas dasar hasil
pengamatan dan observasi lapangan dan atau penelaahan pustaka yang
relevan
3.
Skripsi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai
dengan bidang keahliannya dan sudah ditetapkan oleh surat tugas dekan
4.
Skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk program
studi dan jurusan tertentu skripsi dapat ditulis dalam bahasa minat ( bahasa
Inggris, bahsa Arab, bahasa Perancis, dan bahasa lainnya), dengan menulkiskan
abstrak dalam bahasa minat ( bahasa Inggris, bahsa Arab, bahasa Perancis,
bahasa asing lainnya), dan bahasa Indonesia
5.
Skripsi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa dihadapan tim penguji yang
ditetapkandengan surat tugas dekan.
Langkah-Langkah Pembuatan Skripsi :
- Tentukan tema yang akan dipilh. Judul tema sebaiknya dibuat dengan menggunakan kalimat yang simple tapi membuat orang tertarik untuk membaca.
- Tentukan susunan kerangka teoritis bab. Dengan membuat kerangka teoritis akan membantu kita mengacu pada susunan kerangka dan tidak melenceng dari tema yang ditentukan.
- Analisi fakta dan pembahasan. Dalam hal ini penting sekali mengutamakan fakta-fakat dan data yang diperoleh dari hasil riset. Tapi jangan lupa untuk menuliskan pandangan kita mengenai tema yang sedang dibuat. Jika memungkinkan dapat juga mencanyumkan pendapat-pendapat dari pihak-pihak yang berkaitan dengan tema.
- Membuat penutup skripsi. Hasil akhir dadri sebuah tulisan dan penelitian haruslah memberi sesuatu yang terbaik, karena itu jangan lupa untuk memberikan kesan akhir yang baik. Dapat pula memberi kesimpula dan saran-saran yang membangun.
Kerangka Isi
Skripsi Penelitian Kuantitatif :
HALAMAN SAMPUL (sampul luar
dan sampul dalam)
LEMBAR
PENGESAHAN (pengesahan pembimbing dan pengesahan penguji)
ABSTRAK ATAU
RINGKASAN
KATA PENGANTAR
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Hipotesis (berisi hipotesis kerja, hanya
untuk penelitian yang menguji hipotesis)
1.5 Keterbatasan dan Jangkauan Penelitian
1.6 Manfaat Penelitian
1.7 Definisi Istilah
BAB II KAJIAN PUSTAKA ATAU KERANGKA TEORI
2.1 ……….. (sesuai dengan masalah yang akan
diteliti)
2.2 ………., dst
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
3.2 Populasi dan Sampel
3.3 Instrumen Penelitian
3.3.1 Pengembangan Instrumen
3.3.2 Uji Coba Instrumen
3.3.3 Analisis Butir Instrumen
3.3.4 Validitas Instrumen
3.3.5 Reabilitas Instrumen
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.5 Teknik Analisis Data
3.6 Uji Hipotesis (hanya untuk penelitian yang
menguji hipotesis)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penalitian
4.2 Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Kerangka Isi Skripsi Penelitian Kualitatif :
HALAMAN SAMPUL (sampul luar
dan sampul dalam)
LEMBAR PENGESAHAN (pengesahan
pembimbing dan pengesahan penguji)
ABSTRAK ATAU RINGKASAN
KATA PENGANTAR
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Keterbatasan dan Jangkauan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian
1.6 Definisi Istilah
BAB II KAJIAN PUSTAKA ATAU KERANGKA TEORI
2.1 ……. (sesuai dengan masalah yang akan
diteliti)
2.2 …….., dst
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
3.2 Subjek Penelitian
3.3 Jenis Data dan Sumber Data
3.4 Instrumen Penelitian
3.4.1 Pengembangan Instrumen
3.4.2 Verifikasi Kecocokan Instrumen
3.5 Teknik Pengumpulan Data
3.6 Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
4. Tesis
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam
rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan
untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam
tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara
analisis kristis.
Karya tulis ilmiah ini sifatnya lebih mendalam
daripada skripsi. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau
lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada
metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya
digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing,
mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen,
mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan
rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam
menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai
bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing—
menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis
lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
Karakteristik
Tesis:
- Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan.
- Merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoritik tertentu.
- Menggunakan data primer sebagai data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder.
- Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.
5.Disertasi
Pencapaian
gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D)
dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi
dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor
dibidang masing-masing.
Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis
dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang
dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor
(Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya
pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang
bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat
memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa
bidang ilmiah.
Disertasi
ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan
dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan
berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat
penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru
tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang
tinggi.
Karakteristik Disertasi:
- Berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin Ilmu Pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari.
- Kajian berfokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam.
- Mengunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data sekunder apabila diperlukan.
- Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.
6.Artikel
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti
laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya. Artikel
merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak
tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau
menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya;
wujud karangan berupa berita.
Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda,
pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan
yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya.
Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian
Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary
compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah
jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis
Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi
pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas
disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.
7. Esai
Esai adalah ekspresi tertulis dari opini
penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan
fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah
satunya.
Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan
opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini
penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah
esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman;
ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut.
Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.
8. Opini
Opini adalah sebuah kepercayaan yang bukan
berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada
sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran
seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.
9.Fiksi
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan
fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik
penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti
penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan sebagainya adalah hal-hal penting yang memerlukan
perhatian tersendiri.
Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data)
yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan
kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa
digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya.
Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga
memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang
terkandung dalam tulisan tersebut.
Artinya,
fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung
tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun
sering dimasukkan ke dalam golongan ini.
2.4 Etika
dan kode etik Karya Ilmiah
Etika dan kode etik yang lazim ditumbuh
budayakan dalam penulisan karya ilmiah harus diikuti. Hak cipta dan paten dari
segi hukum harus diikuti dan difahami dengan baik. Penulis harus memahami etika
penulisan karya ilmiah secara baik. Kode etik adalah norma-norma yang telah
diterima dan diakui oleh masyarakat dan citivitas akademik perlu diperhatikan
dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan,
perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data ataupun
informan.
2.5 Langkah-langkah Penyusunan Karya Ilmiah
Maxine Hairston (1986:6) menyebutkan bahwa
tulisan yang baik itu harus bersifat signifikan, jernih, ekonomis, membangun,
dan gramatik. Dalam pembuatan sebuah karya ilmiah
dibutuhkan beberapa tahapan - tahapan, diantaranya yaitu : tahap persiapan,
tahap penulisan dan tahap evaluasi.
A. Tahap Persiapan
1. Memilih Topik dan Tema
Topik (bahasa Yunani:topoi) adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang
hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan dengan topik pembicaraan. Topik
adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah :
a.
Isu-isu yang masih
hangat.
b.
Peristiwa-peristiwa nasional atau
internasional.
c.
Sesuatu (benda, karya,
orang, dan lain-lain) yang dikaitkan dengan permasalahan politik, pendidikan,
agama, dan lain-lain.
d.
Pengalaman-pengalaman
pribadi yang berbobot.
2. Mengumpulkan Bahan
Setelah memilih topik dan menentukan tema penulisan,
penulis mulai mengumpulkan bahan. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media
cetak maupun elektronika. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan terutama yang
relevan dengan topik dan tema yang akan ditulis. Pemilihan bahan yang relevan
ini bisa dengan cara membaca atau mempelajari bahan secara sepintas serta
menilai kualitas isi bahan. Bahan yang sudah terkumpul tersebut bisa
dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan penulis dan sebagai landasan teoretis
dari karya tulis tersebut.
3. Survei Lapangan
Langkah ini adalah
melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan
yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik
acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian.
4. Membangun Bibliografi
Bibliografi berarti
kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka
yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut
aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk
mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah
diterbitkan.
Unsur-Unsur Bibliografi
dan Contoh Penulisannya :
a.
Nama Pengarang, yang dikutip
secara lengkap
b.
Judul Buku, termasuk
judul tambahannya.
c.
Data Publikasi:
penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan
tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d.
Untuk sebuah artikel
diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat
kabar, tanggal dan tahun.
Penyusunan Bibliografi
:
a.
Nama pengarang
diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.
Jika tidak ada nama
pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c.
Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih
dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang
tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.
Jarak antara baris
dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok
dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.
Baris pertama dimulai
dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan
ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.
5. Menyusun Hipotesis
Langkah ini adalah
menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda.
Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek
penelitian.
6. Menyusun Rancangan Penelitian
Merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang
dilakukan. Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari
langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi
penelitian yang dilakukan.
7. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan
Langkah ini merupakan kegiatan nyata dari proses
penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda
lakukan percobaan yang signifikan dengan obyek penelitian
8. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data
Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian
dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan
terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut.
9. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data
Langkah ini menganalisa dan menginterpretasikan hasil
pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala
kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk
meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan
data.
10. Merumuskan Kesimpulan dan Teori
Langkah ini merumuskan kesimpulan atau teori mengenai
segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan
penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari
semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan
penginterpretasian terhadap obyek penelitian.
B. Tahap Penulisan
Format Umum Penulisan Karya Ilmiah :
- Bagian Permulaan
- Halaman Sampul
- Judul
- Jenis laporan (KTI, skripsi, tesis, disertasi)
- Nama, NIM Mahasiswa
- Lambang Institusi
- Nama Lengkap Universitas
- Halaman logo
- Halaman Judul (sama dengan halaman sampul)Penulisan judul jika lebih dari 1 baris maka ditulis seperti piramida terbalik
- Halaman Persetujuan
- Persetujuan Pembimbing
- Pengesahan untuk para penguji
- Kata Pengantar
- Ucapan Terimakasih
- Abstrak
- Daftar Isi
- Daftar tabel, gambar dan lampiran
- Bagian Isi
- Pendahuluan
- Latar belakang pengambilan topik
- Perumusan masalah
- Tujuan
*Umum
*Khusus - Manfaat Penelitian
- Kerangka Teori/Tinjauan Pustaka
- Kerangka Konsep
- Diagram kerangka konsep
- Hipotesa
- Defenisi operasional
- Metodologi Penelitian
- Rancangan/desain penelitian
- Populasi
- Pengambilan sampel
- Cara pengolahan data
- Hasil Penelitian
- Penguraian hasil penelitian
- Pembahasan
- Mebahas hasil penelelitian berdasarkan tinjauan kepustakaan yang telah dibuat
- Kesimpulan
- Saran
C. Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi ini bertujuan
untuk memeriksa kembali tulisan yang telah jadi ataupun memperbaiki berbagai
kesalahan dan kekurangan dalam karya tulis. Hal yang harus menjadi perhatian
diantaranya yaitu isi artikel, sistematika penyajian dan bahasa yang digunakan.
2.6 Sikap-Sikap
Ilmiah
Dalam penulisan
karya ilmiah ada 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada.
Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.
Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat
pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang
kajiannya.
2.
Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada
kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya
untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya,
kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3.
Sikap terbuka.
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat,
argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya
pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima
karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
4.
Sikap objektif.
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti
perasaan pribadi.
5.
Sikap rela
menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat
pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau
pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang
lain.
6.
Sikap berani
mempertahankan kebenaran. Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan
hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai
dengan teori atau dalil yang ada.
7.
Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan
dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan
bidang ilmunya.
2.7 Berbagai Kendala Dalam Proses Penulisan Penelitian
Karya Ilmiah
Kesalahan dalam
penulisan Karya Ilmiah. Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang
menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak konsisten’ dalam
penulisan. Bentuk ketidak konsisten itu menyangkut banyak hal, dapat berupa
diksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.
Berbagai
kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai
berikut :
1.
salah mengerti audience atau pembaca
tulisannya,
2.
salah dalam menyusun struktur pelaporan,
3.
salah dalam cara mengutip pendapat orang lain
sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
4.
salah dalam
menuliskan bagian Kesimpulan,
5.
penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan
benar,
6.
tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang
kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri).
BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
karya ilmiah
adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil
penelitian ilmiah yang telah dilakukannya yang disajikan secara fakta dan
ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dalam penulisan karya
ilmiah banyak aspek yang mesti diketahui oleh calon pembuat karya ilmiah diantaranya,
harus mengetahui etika dan kode etik dalam penulisan karya ilmiah,
langkah-langkah penyusunan karya ilmiah yang baik dan benar ,sikap-sikap dalam
menulis karya ilmiah, dan menerima berbagai kendala dalam proses penulisan
karya ilmiah, karena itu merupakan suatu pemebelajaran ketika akan membuat
karya ilmiah yang kedua ketiga dan selanjutnya. Karya ilmiah ini mempunyai
beberapa jenis seperti, makalah, kertas kerja, skripsi, tesis,
disertasi,artikel, esai, opini, dan fiksi.
3.2 Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat
beberapa kekurangan dan kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi
penyusunan kalimatnya Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kepada para
pembaca makalah ini agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat
membangun.
DAFTAR PUSTAKA
A.D, haryanto, ruslijanto hartono,
Mulyono Datu.2000.Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. jakarta :
Buku Kedokteran EGC
Arifin, E.Zaenal.1987.Dasar-dasar
Penulisan Karya Ilmiah.jakarta : GRASINDO
Djuharie, Otong setiawan dan suherli.
2005. Panduan membuat karya tulis. Bandung: penerbit Yrama widya
Tim Pusat Bahasa.2013.Mata Kuliah
pengembangan kepribadian bahasa Indonesia.Bandung : Pusat Bahasa UIN Sunan
Gunung Djati Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar