Jumat, 24 Januari 2014

penulisan karya ilmiah


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Di dalam dunia pendidikan yang semakin maju dalam menghadapi globalisasi dan menatap masa depan. Pemanfaatan karya ilmiah dalam proses belajar dapat mempertinggi efektifitas dan efesien pencapaian tujuan pengajaran. Oleh sebab itu media pendidikan mempunyai peranan yang sangat besar dalam menunjang kegiatan proses belajar mengajar. Banyak guna dan manfaat karya ilmiah dalam pendidikan Salah satunya metode penulisan karya ilmiah yang dapat digunakan dalam kegitan skripsi, tesis, dll.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.
bagi seorang mahasiswa sebagai calon ilmuan wajib menguasai tata cara menyusun karya ilmiah. Ini tidak terbatas pada teknik, tetapi juga praktik penulisannya.karena Kaum intelektual jangan hanya pintar bicara dan “menyanyi” saja, tetapi juga harus gemar dan pintar menulis.
Istilah karya ilmiah disini adalah mengacu kepada karya tulis yang menyusun dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Yamilah dan Samsoerizal (1994 : 90) memaparkan bahwa ragam karya ilmiah ini terdiri atas beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Menurut pengelompokan itu , dikenal ragam karya ilmiah seperti ; makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas penulis merumuskan sebagai berikut :
1.    Apakah Pengertian dari Karya Ilmiah ?
2.    Apa-apa saja Ciri-ciri dari Karya Ilmiah ?
3.    Apa-apa saja jenis-jenis dari Karya Ilmiah ?
4.    Bagaimana etika dank ode etik Karya Ilmiah ?
5.    Bagaimana langkah-langkah penyusunan Karya Ilmiah ?
6.    Bagaimana Sikap-sikap Ilmiah dalam penulisan Karya Ilmiah ?
7.    Apa-apa saja kendala dalam proses penulisan penelitian Karya Ilmiah ?

1.3  Tujuan Penulisan
Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus, tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah penulisan karya ilmiah,adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini yaitu :
1.Untuk mengetahui tata cara penulisan karya tulis ilmiah
2.Untuk mengetahui Apa saja yang termasuk karya tulis ilmiah



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo (1985:8-9), “ Karya Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”. Dalam hal ciri khusu cara ilmiah, dikatakannya pula, karya ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya. Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran yang objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta dilapangan, dan bukan kebenaran yang normatif. 

2.2 Ciri-ciri Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :
1.    Struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2.    Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3.    Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impers Ponal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4.    Penggunaan bahasa
Secara umum, bahasa ilmiah adalah bahasa Indonesia yang baku (resmi) dan mengandung hal-hal teknis yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Bahasa yang demikian memiliki karakteristik-karakteristik berikut :
a.         Bahasa dalam karya tulis ilmiah bersifat formal dan objektif, baik dalam hal penggunaan kosakata, diksi, kalimat dan system ejaan yang digunakan.
b.         Bahasa karya ilmiah harus mengandung sebuah bidang keilmuan melalui pertanyaan yang tepat
c.         Bahasa dalam karya tulis ilmiah termasuk ragam bahasa baku
d.        Bahasa dalam karya tulis ilmiah bukan dialek.
e.         Bahasa dalam karya tulis ilmiah lebih berkomunikasi dengan pikiran dari pada dengan perasaan.
f.          Komunikasi dalam karya tulis ilmiah harus secara lengkap, jelas , ringkas, meyakinkan, dan tepat.
g.         Di hindari bahasa yang using, kolot, mubazir dan bermakna ganda
2.3 Jenis-jenis karya ilmiah
Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Adapun jenis Karya Ilmiah adalah,
1.      Makalah
Menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling sederhana yang membahas suatu pokok persoalan atau menyajikan suatu masalah, sebagai hasil penelitian data di lapangan yang bersifat empiris-objektif atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
Aturannya tidak seketad makalah para ahli karena bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan dan kemudian dengan tarikan teoritis; menggabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya.
Makalah memiliki karakteristik sebgai berikut :
a.       Merupakan hasil kajian literature dan atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu perkuliahan.
b.      Mendemostrasikan pemahaman mahasiswa tentang permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan mahasiswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan.
c.       Menunjukkan kemampuan terhadap isi dari berbagi sumber yang digunakan.
d.      Mendemonstrasikan kemampuan meramu  berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh.

Makalah yang berlaku di perguruan tinggi terdiri dari dua jenis, yaitu:
a.Makalah biasa (ordinary paper),
Dibuat mahasiswa untuk menunjukkan pemahamannya terhadap permasalahan yang dibahas. Dalam makalah ini secara deskriptif, mahasiswa diperkenankan mengemukakan berbagai aliran atau pandangan yang ada tentang masalah yang dikaji, juga boleh memberikan saran maupun kritik mengenai aliran atau pendapat yang dikemukakan namun tidak perlu memihak salah satu aliran atau pendapat tersebut. Jadi tidak perlu beragumentasi mempertahankan pendapat tersebut.
     b.   Makalah posisi (position paper),
maksudnya mahasiswa membuat makalah untuk menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu kajian. Untuk makalah jenis ini mahasiswa diminta tidak saja menunjukkan penguasaan pengetahuan tertentu tapi juga dipersyaratkan untuk menunjukkan di pihak mana ia berdiri. Kemampuan analisis, sintesis dan evaluasi merupakan kemampuan mutlak yang harus dikuasai mahasiswa agar dapat menghasilkan makalah posisi.
Makalah posisi diwajibkan untuk tingkat pascasarjana. Pada tingkat S1, mahasiswa cukup membuat satu makalah posisi setiap satu semester, berhubungan dengan mata kuliah pokok bidang studi. Untuk tingkat pascasarjana atau S2, makalah posisi diharuskan bagi setiap mata kuliah Bidang Studi (BS) di tiap semester.
Untuk jenjang S3, makalah posisi sudah merupakan tugas dari tiap mata kuliah bidang studi. Mahasiswa S3 harus mampu mendemonstrasikan posisinya dalam setiap mata kuliah yang ditempuhnya dan harus pula mempertanggungjawabkan posisi tersebut. Jadi minimal satu makalah posisi untuk setiap mata kuliah bidang studi.

Makalah biasa maupun makalah posisi terdiri atas :
1.         Pendahuluan
Pada bagian ini dikemukakan persoalan yang akan dibahas (latar belakang masalah, masalah, prosedur pemecahan masalah dan sistematika uraian).
2.         Isi
Mendemonstrasikan kemampuannya dalam menjawab masalah yang diajukan. Bagian isi boleh terdiri atas lebih dari 1 bagian.
3.         .Kesimpulan.
Kesimpulan adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil diskusi/uraian yang telah dikemukakannya dalam bagian isi. Dalam mengambil kesimpulan, penulis makalah harus kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan.

2.      Kertas Kerja
Kertas kerja adalah makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya. Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam.
Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut, kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
Sistematika Penulisan Kertas Kerja :
A.    Kertas Kerja Perseorangan (KKP)
1.    Bagian Awal
a.    Halaman Sampul
b.    Halaman Judul
c.    Lembar Pengesahan
d.    Lembar Persetujuan
e.    Kata Pengantar
f.    Daftar Tabel
g.    Daftar Gambar
h.    Daftar Isi
2.    Batang Tubuh
BAB I.    Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2  Isu Aktual
1.3   Lingkup Bahasan
BAB II.    Gambaran Keadaan Sekarang
2.1 Gambaran Umum yang relevan dengan Isu Aktual
2.2 Visi dan Misi (yang tercantum dalam Renstra Eselon II atasan langsung Eselon   III/Penulis)
2.3 Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sesuai dasar hukum, Ketentuan Lembaga/Instansi Peserta.
2.4  Tujuan dan Sasaran (sesuai Renstra)
2.4.1        Ada Tujuan dan Sasaran yang bermasalah/tingkat kinerja rendah yang relevan dengan Isu Aktual.
Gambaran terukurnya sesuai laporan AKIP (LAKIP) sesuai Keputusan Kepala LAN RI No. 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan LAKIP;
2.4.2        Atau semua Tujuan dan Sasaran pada Renstra sudah mencapai target;
2.4.3        Atau Tujuan dan Sasaran yang ada di Renstra tidak sesuai dengan pandangan/keinginan peserta.
BAB III.    Gambaran Keadaan yang Diinginkan
3.1  Tujuan dan Sasaran ada dalam Renstra
Gambarkan Tujuan dan Sasaran yang bermasalah/tingkat kinerjanya rendah (kalau ada di Renstra) yang ingin ditingkatkan kinerjanya. Sebaliknya terukur sesuai dengan Pedoman LAKIP, Keputusan Ketua LAN RI No. 239/IX/6/8/2003, Format Rencana Kerja Tahunan (RKT).
3.Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain dimana karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan, didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapangan atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
 Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
Skripsi memiliki kriteria sebagai berikut :
1.         Topik, skripsi dapat bersumber dari permasalahan permasalahan yang sesuai dengan bidang studi atau bidang keahlian mahasiswa
2.          Skripsi ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan  dan atau penelaahan pustaka yang relevan
3.         Skripsi ditulis sendiri oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen yang sesuai dengan bidang keahliannya dan sudah ditetapkan oleh surat tugas dekan
4.         Skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk program studi dan jurusan tertentu skripsi dapat ditulis dalam bahasa minat ( bahasa Inggris, bahsa Arab, bahasa Perancis, dan bahasa lainnya), dengan menulkiskan abstrak dalam bahasa minat  ( bahasa Inggris, bahsa Arab, bahasa Perancis, bahasa asing  lainnya),  dan bahasa Indonesia
5.         Skripsi dipertahankan sendiri oleh mahasiswa dihadapan tim penguji yang ditetapkandengan surat tugas dekan.
Langkah-Langkah Pembuatan Skripsi :
  • Tentukan tema yang akan dipilh. Judul tema sebaiknya dibuat dengan menggunakan kalimat yang simple tapi membuat orang tertarik untuk membaca.
  • Tentukan susunan kerangka teoritis bab. Dengan membuat kerangka teoritis akan membantu kita mengacu pada susunan kerangka dan tidak melenceng dari tema yang ditentukan.
  • Analisi fakta dan pembahasan. Dalam hal ini penting sekali mengutamakan fakta-fakat dan data yang diperoleh dari hasil riset. Tapi jangan lupa untuk menuliskan pandangan kita mengenai tema yang sedang dibuat. Jika memungkinkan dapat juga mencanyumkan pendapat-pendapat dari pihak-pihak yang berkaitan dengan tema.
  • Membuat penutup skripsi. Hasil akhir dadri sebuah tulisan dan penelitian haruslah memberi sesuatu yang terbaik, karena itu jangan lupa untuk memberikan kesan akhir yang baik. Dapat pula memberi kesimpula dan saran-saran yang membangun.
Kerangka Isi Skripsi Penelitian Kuantitatif :
HALAMAN SAMPUL (sampul luar dan sampul dalam)
LEMBAR PENGESAHAN (pengesahan pembimbing dan pengesahan penguji)
ABSTRAK ATAU RINGKASAN
KATA PENGANTAR
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Hipotesis (berisi hipotesis kerja, hanya untuk penelitian yang menguji hipotesis)
1.5 Keterbatasan dan Jangkauan Penelitian
1.6 Manfaat Penelitian
1.7 Definisi Istilah
BAB II KAJIAN PUSTAKA ATAU KERANGKA TEORI
2.1 ……….. (sesuai dengan masalah yang akan diteliti)
2.2 ………., dst
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
3.2 Populasi dan Sampel
3.3 Instrumen Penelitian
3.3.1 Pengembangan Instrumen
3.3.2 Uji Coba Instrumen
3.3.3 Analisis Butir Instrumen
3.3.4 Validitas Instrumen
3.3.5 Reabilitas Instrumen
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.5 Teknik Analisis Data
3.6 Uji Hipotesis (hanya untuk penelitian yang menguji hipotesis)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penalitian
4.2 Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Kerangka Isi Skripsi Penelitian Kualitatif :
HALAMAN SAMPUL (sampul luar dan sampul dalam)
LEMBAR PENGESAHAN (pengesahan pembimbing dan pengesahan penguji)
ABSTRAK ATAU RINGKASAN
KATA PENGANTAR
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Keterbatasan dan Jangkauan Penelitian
1.5 Manfaat Penelitian
1.6 Definisi Istilah
BAB II KAJIAN PUSTAKA ATAU KERANGKA TEORI
2.1 ……. (sesuai dengan masalah yang akan diteliti)
2.2 …….., dst
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
3.2 Subjek Penelitian
3.3 Jenis Data dan Sumber Data
3.4 Instrumen Penelitian
3.4.1 Pengembangan Instrumen
3.4.2 Verifikasi Kecocokan Instrumen
3.5 Teknik Pengumpulan Data
3.6 Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
4. Tesis
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.
Karya tulis ilmiah ini sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
Karakteristik Tesis:
  1. Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan.
  2. Merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoritik tertentu.
  3. Menggunakan data primer sebagai data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder.
  4. Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.
5.Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi  dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing.
 Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

Karakteristik Disertasi:
  1. Berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin Ilmu Pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari.
  2. Kajian berfokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam.
  3. Mengunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data sekunder apabila diperlukan.
  4. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.
6.Artikel
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya. Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita.
Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya.
Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.

7. Esai
Esai adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya.
Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.

8.    Opini
Opini adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.


9.Fiksi
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan sebagainya  adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri.
Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut.
 Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golongan ini.

2.4  Etika dan kode etik Karya Ilmiah
Etika dan kode etik yang lazim ditumbuh budayakan dalam penulisan karya ilmiah harus diikuti. Hak cipta dan paten dari segi hukum harus diikuti dan difahami dengan baik. Penulis harus memahami etika penulisan karya ilmiah secara baik. Kode etik adalah norma-norma yang telah diterima dan diakui oleh masyarakat dan citivitas akademik perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data ataupun informan.

2.5 Langkah-langkah Penyusunan Karya Ilmiah
Maxine Hairston (1986:6) menyebutkan bahwa tulisan yang baik itu harus bersifat signifikan, jernih, ekonomis, membangun, dan gramatik. Dalam pembuatan sebuah karya ilmiah dibutuhkan beberapa tahapan - tahapan, diantaranya yaitu : tahap persiapan, tahap penulisan dan tahap evaluasi.

A. Tahap Persiapan
1. Memilih Topik dan Tema
Topik (bahasa Yunani:topoi) adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah :
a.       Isu-isu yang masih hangat.
b.       Peristiwa-peristiwa nasional atau internasional.
c.       Sesuatu (benda, karya, orang, dan lain-lain) yang dikaitkan dengan permasalahan politik, pendidikan, agama, dan lain-lain.
d.      Pengalaman-pengalaman pribadi yang berbobot.
2. Mengumpulkan Bahan
Setelah memilih topik dan menentukan tema penulisan, penulis mulai mengumpulkan bahan. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak maupun elektronika. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan terutama yang relevan dengan topik dan tema yang akan ditulis. Pemilihan bahan yang relevan ini bisa dengan cara membaca atau mempelajari bahan secara sepintas serta menilai kualitas isi bahan. Bahan yang sudah terkumpul tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan penulis dan sebagai landasan teoretis dari karya tulis tersebut.
3. Survei Lapangan
Langkah ini adalah melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian.
4.  Membangun Bibliografi
Bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya :
a.       Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap
b.      Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c.       Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan tahun.

Penyusunan Bibliografi :
a.       Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.      Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c.        Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.      Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.       Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

5. Menyusun Hipotesis
Langkah ini adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.
6. Menyusun Rancangan Penelitian
Merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan. Menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.
7. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan
Langkah ini merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan obyek penelitian
8. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data
Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang dilakukan tersebut.
9. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data
Langkah ini menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
10. Merumuskan Kesimpulan dan Teori
Langkah ini merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap obyek penelitian.

B. Tahap Penulisan
Format Umum Penulisan Karya Ilmiah :
  • Bagian Permulaan
    1. Halaman Sampul
      • Judul
      • Jenis laporan (KTI, skripsi, tesis, disertasi)
      • Nama, NIM Mahasiswa
      • Lambang Institusi
      • Nama Lengkap Universitas
    2. Halaman logo
    3. Halaman Judul (sama dengan halaman sampul)Penulisan judul jika lebih dari 1 baris maka ditulis seperti piramida terbalik
    4. Halaman Persetujuan
      • Persetujuan Pembimbing
      • Pengesahan untuk para penguji

    1. Kata Pengantar
    2. Ucapan Terimakasih
    3. Abstrak
    4. Daftar Isi
    5. Daftar tabel, gambar dan lampiran
  • Bagian Isi
    1. Pendahuluan
      • Latar belakang pengambilan topik
      • Perumusan masalah
      • Tujuan
        *Umum
        *Khusus
      • Manfaat Penelitian
    2. Kerangka Teori/Tinjauan Pustaka
    3. Kerangka Konsep
      • Diagram kerangka konsep
      • Hipotesa
      • Defenisi operasional
    4. Metodologi Penelitian
      • Rancangan/desain penelitian
      • Populasi
      • Pengambilan sampel
      • Cara pengolahan data
    5. Hasil Penelitian
      • Penguraian hasil penelitian
    6. Pembahasan
      • Mebahas hasil penelelitian berdasarkan tinjauan kepustakaan yang telah dibuat
    7. Kesimpulan
    8. Saran
C. Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi ini bertujuan untuk memeriksa kembali tulisan yang telah jadi ataupun memperbaiki berbagai kesalahan dan kekurangan dalam karya tulis. Hal yang harus menjadi perhatian diantaranya yaitu isi artikel, sistematika penyajian dan bahasa yang digunakan.
2.6 Sikap-Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah ada 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.      Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2.      Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3.       Sikap terbuka. Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
4.       Sikap objektif. Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
5.       Sikap rela menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6.       Sikap berani mempertahankan kebenaran. Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.
7.      Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.
2.7 Berbagai Kendala Dalam Proses Penulisan Penelitian Karya Ilmiah
Kesalahan dalam penulisan Karya Ilmiah. Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak konsisten’ dalam penulisan. Bentuk ketidak konsisten itu menyangkut banyak hal, dapat berupa diksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.
Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
1.      salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
2.         salah dalam menyusun struktur pelaporan,
3.      salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
4.       salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
5.      penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
6.      tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri).
7.         tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah-ubah)



BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
karya ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya yang disajikan secara fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dalam penulisan karya ilmiah banyak aspek yang mesti diketahui oleh calon pembuat karya ilmiah diantaranya, harus mengetahui etika dan kode etik dalam penulisan karya ilmiah, langkah-langkah penyusunan karya ilmiah yang baik dan benar ,sikap-sikap dalam menulis karya ilmiah, dan menerima berbagai kendala dalam proses penulisan karya ilmiah, karena itu merupakan suatu pemebelajaran ketika akan membuat karya ilmiah yang kedua ketiga dan selanjutnya. Karya ilmiah ini mempunyai beberapa jenis seperti, makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, disertasi,artikel, esai, opini, dan fiksi.
3.2   Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.

DAFTAR PUSTAKA


A.D, haryanto, ruslijanto hartono, Mulyono Datu.2000.Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. jakarta : Buku Kedokteran EGC
Arifin, E.Zaenal.1987.Dasar-dasar Penulisan Karya Ilmiah.jakarta : GRASINDO
Djuharie, Otong setiawan dan suherli. 2005. Panduan membuat karya tulis. Bandung: penerbit Yrama widya
Tim Pusat Bahasa.2013.Mata Kuliah pengembangan kepribadian bahasa Indonesia.Bandung : Pusat Bahasa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar